Untuk KPR (Kredit Pemilikian Rumah) sering dimanfaatkan sebagai salah satu cara membeli rumah impian. Saat Anda telah menemukan rumah yang diinginkan, Anda perlu mengurus kepengurusan KPR untuk resmi membeli rumah impian tersebut. Di saat-saat yang membahagiakan seperti sekarang, ada hal yang tidak boleh Anda abaikan, yakni biaya tambahan KPR yang mungkin harus dikeluarkan. Apa saja biaya tambahan KPR yang sering terabaikan tersebut? Berikut informasinya!

Biaya provisi (administrasi)

Apa yang dimaksud dengan biaya provisi? Biaya provisi ini tidak lain adalah biaya administrasi. Biasanya, besar biaya provisi adalah 1% dari total pinjaman KPR yang Anda ajukan. Biaya ini sendiri wajib Anda lunasi sebelum akad kredit KPR dilakukan. Contoh, bila Anda memohon plafon KPR dengan jumlah Rp500 juta, maka biaya provisi yang perlu Anda keluarkan adalah Rp5 juta. Pihak bank akan menggunakan biaya yang dilakukan hanya sekali hingga tenor cicilan KPR selesai ini untuk administrasi kepengurusan KPR Anda.

Biaya pajak penjualan dan pembelian

Apakah Anda tahu bahwa pajak penjualan dan pembelian berlaku dalam hal pembelian rumah? Pajak ini dibebankan terhadap pemiliki rumah, yakni perusahaan developer atau pemilik rumah sebelumnya dan pembeli. Untuk pajak penjual yang dikenal pula dengan sebutan Pajak Penghasilan (PPH) perlu dibayar sebesar 5% dari harga jual dan dibayarkan oleh orang atau perusahaan yang menjual rumah.
Sementara itu, pajak pembelian atau BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) besarnya 5% x (Harga Jual – Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak). Besaran nilai tidak kena pajak ini sendiri berbeda-beda, tergantung pada wilayah dan kota. Untuk pembayarannya, bisa dilakukan melalui bank dan kemudian dilaporkan ke kantor pajak. Anda juga bisa sekaligus meminta bantuan notaris untuk melaporkan pembayaran pajak sebagai alternatif.

Biaya asuransi jiwa

Anda juga perlu mengeluarkan biaya asuransi jiwa karena pihak bank juga memiliki kekhawatiran Anda berpotensi tidak mampu membayar cicilan KPR karena tiba-tiba meninggal dunia. Karena itu, bank merasa mengasuransikan jiwa Anda adalah hal yang penting. Namun masalahnya, Anda sendirilah yang harus membayar asuransi jiwa tersebut. Dengan asuransi jiwa ini, semua hutang cicilan KPR yang harus dibayarkan ke pihak bank akan ditanggung perusahaan asuransi bila karena suatu sebab Anda meninggal dunia.

Dengan begitu, ahli waris Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar cicilan, pihak bank pun tidak mengalami kerugian gagal bayar. Untuk besaran biayanya sendiri sangat bergantung pada umur Anda sebagai pomohon KPR. Makin tua usia Anda, maka semakin besar besar biaya asuransi yang perlu Anda tanggung.

nah, itu merupakan informasi mengenai biaya tambaan KPR. tapi tunggu dulu, ada promo nih! di mustika suka mulya Harga Jual Sudah Termasuk Biaya KPR, Pajak & BPHTB. Ingin informasi lebih lanjut? Hubungi kami sekarang juga!

Open chat